
MUKUN, 11 JUNI 2026 – Riuh rendah persiapan Pentas Seni (Pensi) dan Pameran Karya Siswa di SMAS K St. Arnoldus Mukun mendadak hening. Menjelang perhelatan akbar tersebut, civitas akademika sekolah tidak hanya sibuk dengan dekorasi modern, melainkan memilih kembali ke akar luhur mereka: menggelar ritual adat Babang Agu Betang. Ritual mistis-kultural ini digelar di lingkungan sekolah sebagai bentuk tabe (salam hormat), permohonan izin, sekaligus pemberitahuan kepada para leluhur. Tujuannya sakral: memastikan semesta merestui dan menjaga agar seluruh rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan tanpa kendala.
Bukan tanpa alasan ritual ini dilakukan. Pihak sekolah merasa perlu ‘mengetuk pintu’ dan menginformasikan agenda besar ini kepada “pemerintah tak terlihat” (para leluhur) agar alam dan lingkungan sekitar ikut bersinergi mendukung acara. Babang Agu Betang menjadi fondasi spiritual sebelum para siswa menggebrak panggung dengan kreativitas terbaik mereka. Pensi dan Pameran Karya Siswa kali ini dipastikan bakal menjadi panggung megah yang digelar selama dua malam berturut-turut.
“Pendidikan tidak boleh melepaskan siswa dari akar budayanya. Melalui ritual Babang Agu Betang ini, kita sedang mentransfer nilai etika, tata krama, dan rasa hormat kepada leluhur serta bumi yang dipijak sebelum memulai sebuah hajatan besar,” ungkap Kepala Sekolah di sela-sela kegiatan.

Lantunan doa-doa adat (torok) yang dipanjatkan oleh Tua Teno dan Tua Golo membawa getaran magis sekaligus angin segar berupa dukungan moral yang luar biasa bagi sekolah. Doa-doa terbaik melangit, memohon cuaca bersahabat dan memastikan setiap pengunjung yang datang dipayungi kedamaian Dengan restu leluhur yang kini telah dikantongi, SMAS K St. Arnoldus Mukun siap menggelar karpet merah bagi masyarakat, orang tua wali, dan seluruh undangan. Bersiaplah saksi kehebatan bakat-bakat luar biasa serta pameran karya inovatif hasil buah tangan para siswa!
Sampai jumpa di malam puncak kreativitas siswa SMAS K St. Arnoldus Mukun! Tabe!




