Kristin Hariman

(siswi Kelas XII)

 

Seteguk teh membasuh jiwa

Menyimpan cerita yang sederhana

 Tentang rindu yang tak ingin tergesa

 Serupa senja yang pamit perlahan.

Jingga jatuh di antara uap tipis

Seakan waktu berhenti memeluk hening

 Dalam diam kumatap cakrawala

Meresapi agungnya sore itu.

Senja, engkaulah lukisan Sang Seniman

Dengan kuas cahaya yang tak terjamah zaman

Menyinari gelap yang tersembunyi

Menjadi pelita di lorong-lorong sunyi.

Senja, ajari aku bertahan

Walau tubuh ini tinggal bayangan

Biarlah aku menua dengan tabah

Demi mereka yang kusebut “rumah”.

Kupandang lekat dalam pelukan rona

Di setiap tatap, ada rindu kutitip

 Akankah esok kau kembali lagi?

Membawa hangat sejuta rasa.

Senja…

Izinkan aku bercerita Tentang rindu yang tak mampu kupahami

 Tentang luka yang belum sempat terobati

Dan rasa yang tak sanggup kutunjuk.

Di hening ini, aku belajar berserah

Bahwa tak semua luka harus dijawab dengan tanya

Terkadang cukup dengan percaya

Tuhan sedang menulis kisah yang lebih indah.