
Klaudiana Nawas
(Siswi Kelas XII MIPA)
Aku memeluk sebuah mimpi
namun di sela detak, hatiku bertanya:
“Benarkah aku mencintainya?”
Jawabannya tak tersurat dalam kata,
ia tertuang pada tiap langkah yang terjaga,
pada hari-hari yang tabah menempa.
Sebab hidup bukan sekadar urusan perut,
atau sekadar pengisi ruang yang kian menyusut.
Hidup adalah pengembaraan panjang
untuk menghidupkan mimpi yang kita cintai dengan lantang.
Cinta…
ia adalah guru kesetiaan.
Setia pada kawan,
setia pada semesta,
dan teguh pada cita yang kita jaga.
Ingatlah cara seorang bocah menatap dunia,
yang berani berseru tanpa keraguan di dada:
“Inilah impianku, kelak saat aku dewasa!”
Mimpi…
hanya lima huruf yang bersahaja,
namun ia meminta peluh untuk menjadi nyata.
Ia menuntut cinta yang gigih,
tanggung jawab yang kokoh,
dan prinsip yang tak kenal roboh.
Maka,
Untukmu iya, kamu,
rawatlah apa yang kamu impikan.
Jangan biarkan ia layu oleh kelelahan,
hingga kelak, ia mekar menjadi kenyataan.
Salam hangat, untukmu, sang pejuang mimpi.




